Brokoli Mampu Mencegah Kanker

Brokoli
Brokoli dan sayuran lainnya dalam keluarga Brassicaceae seperti seperti kol, kembang kol, kubis, bok choy kaya akan berbagai mineral dan vitamin penting. Selain itu, mereka juga telah lama dikenal sebagai sayuran antikanker. Sebuah studi tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association edisi Oktober 1996 menunjukkan bahwa 70% atau lebih penelitian menemukan hubungan antara sayur-sayuran tersebut dengan perlindungan terhadap kanker. Berbagai unsur dalam sayur-sayuran tersebut berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah, beberapa di antaranya dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di payudara, dinding rahim (endometrium), paru-paru, usus, hati, prostat dan leher rahim.
Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa salah satu fitokimia yang ditemukan dalam sayur-sayuran itu adalah sulforaphane, yang dapat merangsang enzim yang menetralisir karsinogen sebelum mereka merusak sel-sel.
Penelitian baru-baru ini di Inggris menunjukkan bahwa sulfarophane ternyata juga dapat membantu mengatasi osteoartritis dengan memblokir enzim tertentu yang terkait dengan kerusakan sel-sel tulang rawan dan degenerasi sendi.  Sebuah studi yang dipimpin oleh Ian Clark, profesor biologi muskuloskeletal di University of East Anglia di Norwich, menunjukkan bahwa tikus- tikus yang diberi diet kaya sulforaphane kurang mengalami kerusakan tulang rawan dan osteoartritis dibandingkan dengan tikus-tikus dengan diet tidak mengandung senyawa itu. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi 28 Aug 2013.
Penelitian selanjutnya akan dilakukan pada manusia dengan percobaan terhadap 40 pasien osteoartritis yang akan menjalani operasi penggantian sendi. Selama dua minggu sebelum operasi, setengah dari mereka akan makan “brokoli super” yang dikembangkan secara khusus sehingga berkadar sulforaphane tinggi. Setelah operasi, tim akan membandingkan penderita yang mengonsumsi “brokoli super” dengan mereka yang tidak untuk melihat apakah senyawa itu dapat terdeteksi pada sendi yang diganti dan bagaimana ia mengubah metabolisme sendi. Mereka berharap hasilnya akan dapat menarik dana untuk percobaan yang lebih besar mengenai efek konsumsi brokoli pada osteoartritis dan fungsi sendi.
Nah, bila Anda ingin terhindar dari kanker dan osteoartritis, tampaknya kini perlu segera mulai menambah porsi brokoli, kubis, kol dan sejenisnya dalam diet Anda. Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dikonsumsi mentah atau dikukus ringan untuk mempertahankan fitokimia yang terdapat di dalamnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer