Pengaruh Gejala Kesemutan Dengan Kesehatan

Kesemutan
Kesemutan adalah sensasi tertusuk-tusuk, terbakar dan mati rasa di bagian tubuh tertentu, seperti ada ratusan semut yang tiba-tiba menggerayanginya. Semua orang mungkin pernah mengalami kesemutan, yang biasanya berlangsung singkat di tangan atau kaki. Namun, kesemutan yang berlangsung lama atau berulang-ulang dapat menandakan kondisi yang berbahaya.

Penyebab

Istilah medis untuk kesemutan adalah parestesia. Pada umumnya kesemutan disebabkan oleh tekanan pada saraf . Ketika sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir di sepanjang jaringan saraf di lengan dan kaki, tulang belakang dan otak. Tetapi jika ada tekanan terus- menerus pada saraf, arus ini terhambat dan menyebabkan sensasi kesemutan. Kondisi ini terjadi misalnya ketika Anda jongkok atau bersila dalam waktu lama. Ketika Anda berdiri, tekanan pada saraf-saraf kaki dilepaskan dan arus persarafan kembali normal, maka kesemutan pun berangsur menghilang.
Kesemutan yang berlangsung lama atau sering (kronis) adalah hal yang berbeda karena dapat mengindikasikan gangguan saraf yang lebih permanen. Kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis antara lain:
  • Diabetes. Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok saraf di jari tangan dan kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki (neuropati perifer).
  • Kompresi saraf/saraf terjepit, misalnya kompresi saraf ulnaris (saraf yang dimulai di leher dan memanjang ke bawah hingga bagian dalam lengan atas dan siku). Contoh lainnya adalah siatika, nyeri yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi saraf siatik, yang memanjang dari bagian belakang panggul, melalui pantat dan turun hingga ke tungkai-tungkai kaki.
  • Carpal tunnel syndrome, sensasi nyeri dan kesemutan di tangan yang disebabkan oleh akumulasi tekanan di terowongan kecil yang memanjang dari pergelangan tangan ke telapak tangan (carpal tunnel) .
  • Paparan zat beracun, seperti timah atau radiasi.
  • Malnutrisi, di mana tubuh kekurangan nutrisi yang penting untuk berjalannya sistem saraf, termasuk vitamin B12.
  • Kerusakan saraf akibat infeksi, cedera atau penyalahgunaan alkohol
  • Efek samping obat tertentu, seperti kemoterapi (obat kuat yang digunakan untuk mengobati kanker), obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).
  • Kondisi lain seperti stroke, multiple sclerosis dan tumor otak. Kondisi-kondisi tersebut sangat serius tetapi jarang terjadi dan selalu disertai gejala lain selain kesemutan.
Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kesemutan yang kronis.

Tips mengatasi kesemutan

  • Longgarkan pakaian/ sepatu yang ketat.
  • Berdiri dan gerak-gerakkan kaki Anda setelah bangkit dari jongkok/ bersila untuk waktu yang lama.
  • Hindari cedera saraf di leher /punggung dengan tidak mengangkat beban yang berat, mengambil istirahat secara teratur di tempat kerja dan menjaga postur tubuh yang baik.
  • Kendalikan diabetes, jika Anda memilikinya, dengan diet, olahraga, obat-obatan dan pemeriksaan rutin.
  • Hindari kekurangan vitamin B12 dengan diet seimbang.
  • Segera kunjungi dokter apabila kesemutan Anda disertai tanda-tanda gangguan saraf lain seperti tremor, kesulitan berjalan, layuh, dll.

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer